JASMERAH



Dua kutub ideologi sebelum PEMILU PERTAMA 1955

IPKI yang dibentuk sejak 20 Mei 1954. Para tokoh pemrakarsa di antaranya adalah Kolonel AH Nasution, Kol Gatot Subroto dan  Kol Aziz Saleh
SOKSI yang didirikan pada 20 Mei 1960 Para tokoh pemrakarsa di antaranya adalah Prof Dr Suhardiman, SE  - 90 tahun Intuisi politik yang ditindaklanjuti dengan nalar (analisis secara rasional) politiknya disebut sebagai Trisula Politik, yakni: Power, Hukum dan Demokrasi.
Dimulainya momentum kehidupan politik di tanah air setelah pelaksanaan Pemilihan Umum 1955 – Pemilu yang pertama kali dilaksanakan oleh Bangsa Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Khususnya pada situasi periode 1957 sampai 1965 sangat tidak menguntungkan bagi struktural politik, sosial, budaya dan perekonomian Bangsa Indonesia.

Berbagai gejolak sosial politik yang bersifat kedaerahan seperti PRRI dan PERMESTA, adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses mencari bentuk sistem kehidupan politik, sosial, budaya, dan perekonomian bangsa.

Berbagai keputusan politik yang sangat startegis telah pula dikeluarkan oleh pemerintah Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno pada 1957 sampai 1959, antara lain: Perjuangan pembebasan Irian Barat; Pembatalan Konfrensi Meja Bundar; Ambil alih (nasionalisasi) perusahaan-perusahaan milik Belanda; dan Dekrit Presiden 5 Juli 1959; Konstituante dibubarkan dan Undang-Undang Dasar 1945 diberlakukan kembali sebagai landasan konstistusional Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sistem politik liberal ditinggalkan, dan dimulai sistem politik yang dikenal dengan Demokrasi Terpimpin.

kaukus pembaruan

Tidak ada komentar: