Pribadi yang berbudi luhur, manusiawi yang berbudaya dan beradab.


Dari manusia-manusia yang beradab itu diharapkan akan melahirkan suatu masyarakat yang aman dan damai, sehingga memungkinkan suatu kehidupan yang sejahtera dan bahagia, dunia dan akhirat.
Masyarakat yang “Baldatun Toiyibatun wa Rabbun Gafuur”. 

Untuk mencapai masyarakat yang demikian, diperlukan insan  dengan sifat-sifat  diantaranya adalah  :

1. Dalam menjalankan hidup dan kehidupan manusia dituntut untuk selalu memakai akalnya, terukur dan harus mempunyai rencana yang jelas dan perkiraan yang tepat.
Kelebihan manusia adalah  mempunyai tiga kekuatan besar , yaitu otak,hati dan  otot. Bila dipakai secara tepat dalam menjalankan hidupnya untuk memperbaiki hidup dan kehidupannya..
Pengertian peningkatan sumber daya manusia tidak lain dari mengupayakan sinergitas dan kontrol ketiga kekuatan tersebut.
Dengan mempergunakan akal pikiran dengan baik, manusia akan selalu waspada dalam hidup, dengan berpikir jauh kedepan, sehingga dapat meramalkan apa yang bakal terjadi, sehingga tetap selalu hati-hati dalam melangkah.

Salah satu syarat untuk bisa diterima dalam pergaulan ialah bila kita dapat membaca perasaan orang lain secara tepat. Dalam zaman modern hal ini kita kenal dengan ilmu empathi, yaitu dengan mencoba mengandaikan kita sendiri dalam posisi orang lain. Bila kita berhasil menempatkan diri dalam posisi orang lain, maka tidak mungkin kita akan memaksakan keinginan kita kepada orang lain. Dengan cara ini banyak konflik batin yang dapat dihindari.

Dalam melaksanakan suatu tugas bersama, atau dalam suatu organisasi kita tak mungkin berjalan sendiri-sendiri. Diharapkan  dapat menyesuaikan diri dengan pola bermasyarakat kekinian.

2. Berani karena benar

Islam mengajarkan kita untuk mengamalkan "amal makruf, nahi mungkar" yang artinya menganjurkan orang supaya berbuat baik, dan mencegah orang berbuat kemungkaran.
Menyuruh orang berbuat baik adalah mudah. Tapi melarang orang berbuat mungkar, mengandung resiko sangat tinggi. Bisa-bisa nyawa menjadi taruhan. Untuk bertindak menghadang kemungkaran seperti ini, memerlukan keberanian.

3. Arif,  bijaksana, tanggap dan sabar

Orang yang arif bijaksana, adalah orang yang dapat memahami pandangan orang lain. Dapat mengerti apa yang tersurat dan yang tersirat. Tanggap artinya mampu menangkis setiap bahaya yang bakal datang. Sabar artinya mampu menerima segala cobaan dengan dada yang lapang dan mampu mencarikan jalan keluar dengan pikiran yang jernih.

Maka marilah kita sebagai kelompok atau komunitas,  harus tahu menempatkan  diri dan pandai menempatkan , “semoga, amin “

(ARSIP LPAB 2015)

Tidak ada komentar: