Sang Proklamator Ir. Soekarno 1934--1938.


Dapat dibayangkan bagaimana suasa Ende dan rumah pengasingan tersebut 80  tahun lalu ketika Ir. Soekarno menjalani berada di sana. Tempat tersebut tentu jauh lebih tenang dibandingkan saat ini.









 


Pohon Sukun bercabang lima yang sering didatangi Bung Karno tersebut konon yang memunculkan gagasan hingga lahirlah lima butir Pancasila. Pohon Sukun yang saat ini berada di Taman Pancasila di Kota Ende adalah pohon yang sama yang dahulu sering dikunjungi Sang Proklamator kini bernama Taman Pancasila.

Sebuah patung Soekarno muda duduk di sisi sebelah kiri di sebuah bangku yang dibuat sangat panjang, sedangkan pohon sukun berada tepat di sebelah kiri patung, dan hanya berjarak sekitar 5 meter saja.




Sebuah Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tertanggal 28 Desember 1933 membuat Bung Karno yang saat itu berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di rumah pengasingan ini, Sang Proklamator bersama istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Ibu Amsih, dan dua anak angkatnya Ratna dan Kartika.

Tidak ada komentar: